Tuesday, November 13, 2012

Sudahlah


Aku percaya Tuhan ada, ajaib dan kebetulan yang mempertemukan aku dengan mu.
Kembali imajinasi dan khayalan memerangkap.
Ketika suara petikan gitar menghentikan langkahku.
Melihatmu tersenyum disana, begitu jauh.

Kamu percaya jika sebenarnya Tuhan tidak pernah memberikan pilihan kepada Hambanya?
Kamu percaya jika sebenarnya Tuhan bisa saja tidak pernah mendengarkan doa hambanya?
Pernahkah kamu berfikir jika sebenarnya Tuhan.. Ahh Sudahlah..

@sarahfir

Monday, November 12, 2012

Ngambek Lagii (HUFT!!)


Persahabatan atau hanya teman saja, sampe saat ini yang selalu bingung dan kesal itu selalu kamu.
Kamu bisa marah hanya karena tak disapa
Kamu bisa marah hanya karena pesanmu tak dibalas
Kamu bisa marah hanya karena ditinggal tidur
ketika kamu marah aku tak peduli, mau ngambek seharian juga gpp.
Kamu terkadang lucu, kemudian bisa menyebalkan.
Sepertinya yang selalu melewati batas itu kamu, Kamu akan menghilang kemudian bisa datang lagi.
Kamu menyalahkan aku karena sepertinya yang selalu merasa terluka itu kamu.
wahai Pria.
Kamu merasakan cinta di hati wanita yang tangannya saat ini kau genggam. Namun di lain sisi kamu merindukan kita tertawa setiap harinya.
Benarkah yang kamu rasakan cinta? Sebegitu tidak yakinkah kamu sehingga selalu menanyakan cinta kepadaku.
Hanya kamu yang bisa menjawab pertanyaan itu, kamu berada di persimpangan jalan yang kamu buat sendiri.
Entahlah Pria, aku tidak bisa memberikan mu pilihan untuk berada di sisiku atau di sisinya.
Entahlah, aku tidak peduli. Selamat ngambek.

--------------------------------------------------------------------------------

Reblog from my TUMBLR http://sarahfirdausy.tumblr.com/
@sarahfir

Sunday, November 11, 2012

SIAPA


Suatu ketika di saat ku kembali sendiri, ada waktunya aku menginginkan seseorang untuk menemaniku. Hanya diam duduk di sampingku yang sibuk menceritakan apa yang ku alami sehari ini. Tersenyum mendengarkan setiap keluh dan kesah yang ku hadapi seharian.Dia disini buatku saja.
Jumawakah ketika aku tak peduli apa yang dia alami seharian, tak mau mendengarkan unek-unek dia. Terlalu malas untuk mendengar apa yang dia bicarakan.Aku disini buatku saja.
Tuhan tau orang yang kuinginkan tak akan ada, karena manusia pada dasarnya ingin di dengar dan mendengarkan. Tuhan tau orang yang kuinginkan tak akan ada. Siapa yang mau mendengarkan tanpa didengarkan, mengerti tanpa dimengerti, mencintai tanpa dicintai.
Sepi menemaniku, cuma sepi yang mampu menemaniku. Tak pernah bersuara, Tak pernah. Sepi tidak bosan berdiri disampingku yang terdiam, karena tak ada yang perlu di dengarnya, sepi seharian bersamaku, menjalani waktu demi waktu.
Aku iri pada kalian yang berpasangan, saling menerima diri masing-masing. saling melengkapi, menjalani tahun demi tahun hingga nanti bermuara pada restu Tuhan
Aku iri pada mereka yang baru saja berpisah, saling menerima jika hati tidak bisa berjalan beriringan berdua, pengambilan keputusan untuk menjalani kesendirian dengan bayang-bayang masa lalu yang mendewasakan (mungkin).
Aku tak percaya CINTA, dengan bangga ku katakan itu pada kalian.
Karena aku percaya Kamu!

Reblog from my TUMBLR http://sarahfirdausy.tumblr.com/
@sarahfir

Saturday, November 10, 2012

Percepatan

Seharusnya kamu sudah memulainya, mendahulukan takdir untuk bertemu denganku.
Sehingga aku tak terlalu lama tersesat, mengira-ngira satu per satu manusia yang mungkin adalah kamu.
Harus berapa kali lagi aku terluka? ketika satu per satu mereka meninggalkanku.

Seharusnya kamu sudah memulainya, mempercepat langkahmu untuk menopangku.
Sehingga aku tak perlu menyentuh tanah saat kembali terjatuh, mencari-cari dalam kegelapan.

Ketika aku menjawab pertanyaanku sendiri, pertanyaan yang tiada yang bisa menjawab
karena jika tidak terjawab, maka aku tidak akan berhenti mencari.

Aku sudah memulainya, diantara milyaran manusia aku menunjukmu.
Dan percepatlah langkahmu.

@sarahfir

Sunday, October 7, 2012

Kali Ini Tentang AKU.

Kadang berbicara denganmu adalah sebuah kesalahan.
Kamu dengan jumawa berkata "Kamu pasti kangen sama aku kan!"

Kamu perlu dia untuk menghilangkan sepi, ada yang mendengarkan keluh kesah yang bahkan orang tua sendiri pun tidak tahu. Meski jauh kamu hidupmu tidak akan sepi karena bisa ngobrol melalui semua teknologi ini.

Well, dengan bangganya kamu merasa kamu telah mengenal apa itu CINTA,
bagaimana harusnya memberi dan menerima perhatian juga kasih sayang.
Kemudian ketika saat ini kamu dipenjarakan jenuh, kamu masih yakin CINTA itu tetap ada.

Kami terdiam sejenak, bukan karena ingin diam, hanya saja sinyal memaksa kami untuk meresapi tiap kalimat yang sudah terkirim.

Dan aku kembali berfikir.

Aku dan segala tentang aku.
Aku yang membangun dinding teori dan logikalisasi harapan.
Aku yang kemudian datang lalu pergi lagi dengan prasangka.
Aku yang saat ini tidak tau tapi sok tau.


Berkaca pada kehidupan mu dan mereka,
ketika banyak diantara kalian yang begitu mudah bicara Cinta.
ketika banyak diantara kalian yang begitu tergantung dengan Cinta.


Kemudian hanya ada aku yang memasuki bangunan ku yang gelap untuk kembali sendiri.
meratapi masa depan cinta yang tak pernah terwujud karena aku yang menjauh lebih dahulu.

Kamu pernah cinta aku dan aku saat ini cinta kamu.
Tapi kita tau percintaan ini tak bermasa depan.
Kehidupanlah yang bermasa depan meski di ujung sana tak pernah ada kita, berdua bergandengan tangan.

Lalu apa yang akan terjadi padaku?

Aku terbangun pagi ini.
menyadari bangunan ku ini terlalu luas untuk ku tinggali.
Kemudian terfikir, bagaimana jika ada yang menemaniku menatanya.
Saat ini aku berfikir,, bagaimana jika aku perbolehkan tamu untuk masuk dan melihat bangunanku.
mungkin akan terasa janggal pada awalnya.
tapi kenapa tidak?

Ahh, aku akan bergegas saja..
Aku merapikan bangunanku, membuka jendela untuk masuknya sinar matahari.
Aku biarkan pintu terbuka agar angin bisa bernafas masuk.
Aku membuka pagar agar mereka tau salah satu dari mereka bisa berkunjung.
Mengunjungi Aku dan Bangunanku..

Tuesday, September 25, 2012

Apapun itu Kamu.

Selamat pagi,,

Kamu masih disana kan, menunggu pesanku untuk sampai ke kamu pagi ini.
Kamu blom nyapa aku sih? klo kamu nyuekin aku, aku bakal ngambek nih.


Aku menyapa mu menyerap tawa kemudian akan sibuk dengan duniaku lagi.
aku sandarkan lelahku padamu namun aku pergi saat kamu akan curahkan hati padaku.
Kamu selalu tau tiap kali aku jatuh hati,
dan kamu akan ada duduk mendengar tangisku saat ku terluka karna cinta itu pergi.
Aku yang kemudian pergi karena ku yakin saat ku kembali kamu masih disana.
Aku yang tak sanggup sendiri lalu aku menagih perhatian yang kamu tawarkan padaku.
Temani aku disini, berceritalah tentang apapun.

Aku tau kamu bisa saja lelah, Aku tau ada dia yang ada di sisimu.
Hanya saja aku tak bisa rela jika kamu melepaskanku
aku yang egois karena kamu akan tetap menemaniku.
Tetaplah disana untuk ku pulang.

Monday, September 17, 2012

Voluntary Broken

Hari ini dia marah sama aku.
Hanya saja tiap kali dia marah, maka aku akan tersenyum.
Menertawakan dunia yang mulai membuat kami bisa dengan leluasa mengatakan rindu dan kesal di saat yang bersamaan.

Dia bisa nyuekin aku sampai berjam-jam, meski kemudian dia akan kesal sendiri kenapa aku tak menyapa duluan.
Setiap pagi dia akan menagih rindu kepadaku, rindu yang sama besarnya dengan rinduku.
dia hanya tidak tau bagaimana dia telah merubah hariku.
Setiap malam dia akan tidur setelah membaca pesanku,
aku tidak habis pikir bagaimana dia telah mengganggu mimpiku.

Dia tidak tau seperti apa jadinya jika aku pergi, tapi aku tidak mampu untuk meninggalkan dia.
Aku hanya sebagian kecil dari kesemua keinginannya dan aku tetap bukan tujuan utama dalam agendanya.
Dia kesal padaku karena membuatnya bingung, hanya saja dia yang sudah membuatku bingung hingga aku kesal padanya.

Aku hanya tidak ingin kehilangan perasaannya, bahkan aku tidak tau bagaimana perasaanku terhadapnya.
Aku tidak ingin kehilangan dia, meski aku cukup melihatnya tertawa dari kejauhan.

Aku berjanji untuk tidak meninggalkan dia, Meski dia bisa meninggalkan aku kapan saja.
Aku berjanji untuk selalu menghibur dia, Meski dia tidak tau aku sedang menahan luka.

Aku tidak pernah yakin menitipkan dukaku pada dunia, Separuh curahan hari, ku titipkan pada senyumnya.
Hanya separuh karena aku tetap tak bisa menggantungkan hidupku yang rapuh pada bulir-bulir jemarinya.
Aku selalu menahan tanganku saat melihat dia pulang karena jika aku mengantarnya, aku yang akan tersesat di hatinya.


Dia yang mencintai kebebasan seperti aku mencintainya dirinya.
Hingga aku rela menunggu dia yang selalu terlambat menepati janji.
Dia yang merindukan aku untuk menghiburnya seperti aku merindukan dia untuk aku peluk setiap harinya.

Entah apa yang telah kulakukan, aku memberikan hatiku padanya.
Entah apa yang telah kulakukan, aku menggenggam tangan orang lain bukan miliknya.
Entah apa yang telah kulakukan, aku menyakiti hati orang lain demi dirinya.
Entah apa yang telah kulakukan, aku merindukan suara tawanya. Sekarang.