Sunday, July 29, 2012

If They See What I See

Seharusnya sejak dulu kita bertemu
Seharusnya sejak dulu kita bersama
Seharusnya sekarang kita.. seharusnya..

Saat sebagian orang memilih untuk menunggu dan sebagian lagi tidak sadar jika sedang ditunggu
Hingga cinta pun mencari bentuknya sendiri, mengisi ruang kosong seperti air yang mengisi setiap bentuk wadahnya.

CINTA? masih saja aku tak mengerti bentuknya, bentuk yang mengisi hati ini.

Aku pernah menunggu, mungkin juga pernah ditunggu.
karena mencintai diam-diam (yah, aku menyebutnya cinta meski dalam diam) bagiku saat itu merupakan alasan untuk melindungi ku dari terluka.
"aku tak pantas bagi dia"
"aku tak pantas bagi dia" 
"aku tak pantas bagi dia" 
kalimat yang terus berulang di sudut otak dan terus mengirim sinyal keputusan.
buih-buih yang menghiasi hati, yang tak kusadari telah meninggalkan luka karena aku tak dapat sampaikan apa yang kurasakan padamu,
keegoisan menertawai tujuan melindungi hatiku yang malah tersakiti karena diam.

Aku pernah bertahan, mungkin juga pernah menahan.
Bertahan dalam komitmen, menjalani hari bersama dia yang tak lagi penuh tawa.
mencari bentuk kesamaan yang pada awalnya mengikat namun kemudian menjadi jurang pemisah kejenuhan.
sampai pada akhirnya Dia muak berteriak kemudian marah dan memilih untuk pergi.
komitmen yang belum sempat kami patenkan di hadapan Sang Pengikat.

Don't try to fix the unfixable, just accept it and move on
When someone leaves you, its important to emotionally release them.
And know its not an ending- its a new beginning
It just means that their part in your story is over
Your story will go on
- I Hate Quotes Tumblr-


Aku selalu berharap, tapi juga pernah pesimis.
mungkin saat ini kamu sedang merindukan ku, karena aku merindukanmu.
mungkin saat ini kamu telah temukan cinta lain, karena aku juga mencari cinta itu.

Cerita yang kukarang, imajinasi yang menunggu.
Cinta yang kutemukan pada seorang anak adam,
kebetulan yang akan ku ceritakan tentang kami.
dan kenapa aku masih bertahan untuk tidak melupakanmu.
Bisakah kalian tidak menunggu,,,


Monday, July 23, 2012

Who's Thinking About You Now?

Apa yang kamu rasakan ketika aku jauh,
adakah kesedihan menyapamu, atau kelegaan terpancar dari sendi-sendimu.

Pada awalnya kita percaya bahwa ini cinta
menjalani tiap waktunya detik demi detik
tertawa dan mengkhayal apa jadinya kita di masa depan.
Bagaimana bentuk rumah kita, berapa kamar yang diperlukan agar anak kita dapat tumbuh besar.
Bagaimana jika kita tua bersama saat itu kamu akan tetap mencintaiku dan aku mencintaimu?

ternyata kita mengkhayal terlalu jauh sayang..
karena pada kenyataannya kita mulai bertengkar
tak ada waktu bagi kita berbagi

Kamu bilang kamu sibuk, aku bilang tak ada waktu
kemudian dia datang,, oh Bukan datang tapi dia sudah kamu temukan.
Hingga akhirnya kesibukanmu terisi oleh dia, dan aku menyibukkan diri dalam keramaian dunia.

Kesedihan yang datang, karena khayalan kita terlalu jauh waktu itu
Khayalan dan harapan seperti roket membumbung tinggi ke angkasa, hingga saat bahan bakarnya habis,
maka jatuh lepas di jerat oleh gravitasi.

Kamu tau, yang menyakiti hati seorang wanita bukanlah pria, tetapi wanita lain di samping pria itu.
Kamu telah menjadikan wanita itu seorang antagonis dalam cerita ku.
Kami yang tak pernah bertemu namun saling membenci dan terbayangi ketakutan saat kamu disisi.
Siapakah yang ada dipikiranmu saat ini sayang?

dengan siapapun nantinya kamu..
ingatlah perjalananmu menujunya pernah bersinggungan dengan jalanku..


Sudah cukupkah kamu terluka, sayang??
perlukah aku hadir dan membayangi langkahmu
Siapa yang akan memikirkanmu saat ini sayang?

Sayang,,

Wednesday, July 18, 2012

To Make You Feel Better

Seminggu telah berlalu
Masi saja ada kamu disini, di hati, berdiam di sisi luka yang terbuka.
hanya diam, tatapan kosong yang aku temui di mimpiku tadi malam
"setidaknya kamu masih disini", ujar hatiku
Masi ingat hari dimana aku kehilanganmu


Hujan yang dulu begitu aku sukai menemani malamku dan sekali lagi tanpa dirimu.
kita pernah bersama dan saat ini aku tersenyum.
Maaf yang berulang ku katakan
Maaf yang kamu terima dengan hampa
Maaf karena tak pernah ada kamu di hati, saat ini dan kemarin

Sunday, July 8, 2012

Tentang Dia yang PERGI.

Dear Kamu,
aku iseng hari ini, ingat kamu dan tanpa disadari aku mengingat kata "PERGI"
Definisi PERGI yang ku temukan dari Google,
1. 1 berjalan (bergerak) maju: ia -- ke kamar mandi; ia -- ke pasar; 2meninggalkan (suatu tempat): ia sudah -- dr sini; 3 berangkat: setelah mengunci pintu rumah, dia -- ke tempat kerjanya; pukul lima pagi ia -- ke stasiun; -- ke alam baka, ki mati; -- datang ada yg datang dan ada yg pergi; bolak-balik; hilir mudik; -- haji pergi menunaikan ibadah haji; naik haji; be·per·gi·an v berjalan jauh: tiap hari Minggu banyak orang ~ ke luar kota; ke·per·gi·an n 1 hal pergi; keberangkatan; 2 ki kematian; hal meninggal dunia: ia menangisi ~ anaknya ke hadapan Allah

Definisi pertama yang menggerakkan tangan ku untuk menulis, yaitu berjalan (bergerak) maju.
Jika dipikir, semua yang pergi adalah hal-hal yang bergerak - maju, bukan mundur atau menghilang.
Mereka yang pergi, mereka yang bergerak maju tanpa mengajak kita.
sehingga akan ada rasa ditinggalkan, perlukah bersedih? jika ada yang pergi?
Apakah seharusnya senang karena dia telah bergerak maju,
bukankah maju berarti baik,,
bukankah maju berarti dia menemukan kesenangan?
bukankah maju berarti telah siap untuk tidak mundur?
sehingga pada akhirnya pergi berarti bergerak-maju untuk baik yang akan menemukan kesenangan dan tidak  akan mundur.


Kawan, dia yang pergi mungkin bukan tidak kembali,, hanya saja dia enggan untuk kembali karena dia telah bergerak - maju.
Kawan, dia yang pergi akan tetap pergi meski kita menahan tangannya.

Kawan, kamu juga harusnya telah juga pergi, bergerak maju dengan dan tanpa mengajak siapapun bersamamu.
Kawan, kamu juga harusnya telah juga pergi, menemukan kesenangan dan tidak mundur untuk kembali.

Semua akan tentang kedatangan dan kepergian,
ketika akhirnya nanti kamu berhenti, pastikan kamu telah cukup menikmati setiap kesenangan akan tawa, duka, airmata juga senda gurau dunia.

Dia yang Pergi, atau Kamu yang Pergi akan sama saja.

Saturday, June 30, 2012

Harusnya Kamu yang TERLUKA


Kita lelah bukan ada aku dan kamu disana melainkan karna kita tidak pernah memulai sesuatu apapun.

Karena kita sudah berjauhan, masih adakah keinginan mendekat? 
Aku ada, tapi ego menahanku,, 
kenapa aku? Haruskah kamu? 
Setelah saling menjauh 
kemudian kita lelah 
karena tak ada satupun dari kita yg beranjak mendekat
Aku menjauh agar kamu bergerak mendekat, 
tapi kenyataannya 
Apa kita sama-sama menjauh untuk melihat siapa yg mendekat?

Mungkin rinduku terlalu besar untukmu 
sampai tak berani kau mendekat. 
Begitu sering rindu datang menyapaku.
Bagaimana dengan mu? 
semudah itukah kau merindukannya? 
semudah membalas sms/reply bbm.

Bagaimana dengan aku?
apakah rindu menahanku untuk mendekatimu. 
Terlalu takut untuk kembali terluka.
padahal yang sering ku katakan padamu
 "semuanya hanya tentang kepergian dan kedatangan"

Asumsi akan luka terhadap penolakan
Asumsi untuk membenarkan sudut-sudut yang kita buat dalam sebuah garis lurus
Lengkung phytagoras yang terpaksa,karena aku dan kamumembenarkan 
tanpa tau dia mungkin telah melihat lancipnya sudut yang kita tutupi. 


Kita menyadari kesalahan dalam hati, saat kecupan membenarkan semuanya.
Pelukan yang saling menghangatkan tubuh yang membekukan air mata.

Selamat, hidup akan selalu menggemakan kebahagian dan aku akan memintal benang lukaku sendiri.
Selamat menjalani apa yang telah kamu pilih,,
Selamat.

Monday, June 25, 2012

You Think You Know?

Beberapa hari kemaren saya baru saja melakukan pendataan eKTP, pendataan penduduk dengan menyimpan data sidik jari pupil dll dengaen tujuan mendapat akurasi data terutama untuk pendataan berapa tepatnya jumlah penduduk, karena setiap manusia itu memiliki sidik jari dan pupil yang berlainan, bahkan ssaudara kembar sekalipun.

klo dipikir-pikir saat ini aja 2011 pendataan populasi manusia sudah dilakukan secara tidak sengaja oleh facebook/gmail/yahoo/twitter pendataan tersebut dilakukan dengan alamat email meski tidak valid, karena setiap orang dapat memiliki 1-lebih akun email.
well, let say facebook saat ini memiliki jumlah penduduk sudah lebih banyak dari penduduk Indonesia, 300 juta pengguna dan dengan data tersebut, Facebook sudah bisa di kelompokan menjadi folder dan subfolder seperti geografik, psikographic bahkan sampai kepada behavior dan insigt-nya juga. Data-data yg saat ini menjadi KPI dari setiap jaringan digital tsb.

Kebayang aja jika nantinya  manusia akan berada di masa applikasi (5-10 tahun ke depan). Mungkin akan ada apps yg bisa membuat pengguna seperti benar-benar ada di apps tsb. Yah semacam film matrix atau wall-e. manusia jadi malas bergerak dan mengandalkan apps untuk hidup yang menyenangkan
Jika seperti Matrix, akan ada masa dimana manusia hidup dengan tancapan kabel langsung menuju otak. Setiap stage apps yg dipilih sesuai dgn keinginan seperti games, tidak akan selesai sampai usernya game over / mati.
terus berlanjut menjadi seperti film inception, rasanya seperti bermimpi tapi kita akan sadar yang kita lakukan bukan mimpi saat kita terbangun saking nyatanya, dan cara untuk kita terbangun adaalh dengan menggagalkan permainan tersebut / game over.

Kemungkinan-kemungkinan itu mengganggu saya malam ini,,
Apa mungkin yg saat ini kita jalani adalah seperti di Matrix / Inception? Dan Tuhan YME yg selama ini menjadi adalah The One yg mengatur semua applikasi tersebut, sehingga untuk mengetahui kebenarannya kita harus game over/ mati??

Hanya mereka yang game over/mati yang bisa menjawabnya, sehingga kesimpulannya hanya masing-masing kita akan menemukan jawaban itu sendiri, tanpa bisa ada kesempatan untuk membaginya kepada orang lain. Karena ya itu tadi untuk mengetahui jawabannya hanya 1 Cara yaitu kematian.


Saya sendiri sampai saat ini dan untuk sekitar 50 tahun lagi masi berencana untuk tidak mencari jawaban atas pertanyaan itu. Sebagai muslim yg tidak telalu muslim, saya percaya akan konsep surga dan neraka
manusia harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya toh, ga harus pas nanti di neraka/surga tapi manusia juga udah diajarin untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya saat masih di dunia.

Ahh.. Malam yg aneh. Ide tulisan kombinasi scient fiction dengan ektp. Selamat tidur

"whisper" now you think that is all weird, it might be dream so wake up.. 

Thursday, June 14, 2012

Cucu Opa

Ketika semilir angin menyentuh sela-sela jari, Temaram lampu jalanan sedikit membantu para pejalan yang dilingkupi gelapnya malam. Langkah demi langkah tak terhitung menuju sebuah tempat yang disebut rumah, Aku Pulang.

Setiap malam saya berjalan dari stasiun ke rumah, bukan karena ga ada ojek / angkot tapi ceritanya saya mau ngikutin drama-drama korea yang pernah saya tonton, tiap kali pemeran utamanya pulang ke rumah, mereka selalu berjalan kaki dari halte. Well, enough bout the background.

Suatu hari, saya melewati sebuah rumah. Sambil lalu kemudian saya mendapati sesosok rapuh duduk di kursi, Seorang pria renta memakai kaos putih tipis dan celana pendek duduk di beranda rumah yg berlampu temaram dan dipenuhi tanaman, Semilir angin seperti menggoyang badan tuanya, limbung namun kokoh. Saya tak jelas apakah pria tua itu tertidur atau tidak.
Sedikit penasaran "kenapa malam-malam begini ada kakek-kakek bengong di depan rumahnya?"
Sambil berlalu saja..

Kemudian di malam lainnya, saya kembali melewati rumah tersebut.  Pria tua itu terlihat lagi duduk di kursinya, dalam hati saya memanggilnya "Opa". Pastilah dia sudah jadi Opa, entah berapa umurnya, tapi saya yakin dia melewati kehidupan yang menyenangkan di dunia.

Beberapa malam terlewati, melewati rumah Opa menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Dalam hati menerka-nerka apa yang Opa lakukan malam-malam menentang angin, waktu dimana dia berada dalam kehangatan di dalam rumah berada diantara cucu dan anaknya.
Adakah yang dia tunggu?
Siapa yang begitu istimewa? Sampai Opa harus terduduk dan mengantuk dibelai angin.

Di malam-malam selanjutnya sosok Opa tak terlihat,
Kemana dia?
Sakit kah?
Atau mungkin?? Saya cepat-cepat mengusir pikiran itu.
Kemana "Opa"?
Padahal sosoknya mulai menemani perjalanan pulang saya,,

Sepanjang perjalanan saya menuju rumah saya berfikir.
Begitu menyenangkan pulang ke rumah dan ada yang menunggu kita.
Sampai di rumah melihat senyum Papa yang berkata "aman di kereta Tuan?"
Sampai di rumah dan memeluk Mama yang kemudian misuh-misuh "Mandi sana, bau keringat kamu!"

Ahh.. Opa, siapa yang engkau tunggu?
Sejenak keberadaan membuat saya merindukan sosoknya
penasaran dengan apa yang dia lakukan setiap malam, duduk sambil mengantuk.

Beberapa malam kemudian, dari stasiun saya berjalan seperti biasa, namun entah kenapa perasaan saya mengatakan saya sedang diikuti oleh seseorang, seorang lelaki asing bertubuh tinggi mengikuti saya mulai dari stasiun. Apalagi jalanan yang saya lewati adalah jalanan yg cenderung sepi dan penerangannya kurang, tak ada satu orang pun yang melewati jalan ini,
Saya mempercepat langkah dia pun mempercepat langkahnya, dalam hati saya sangat takut. Barang berharga yg saya miliki hanya smartphone sama ipod, duit di dompet juga ga seberapa. Tak terbayang jika terjadi hal-hal mengerikan terhadap saya.

Beberapa meter lagi sebelum rumah Opa, sambil berdoa agar Opa duduk di depan seperti biasanya saya mempercepat langkah saya, Jika terburuk yang terjadi, saya akan meminta bantuan Opa.
Lelaki tersebut berhasil menyamai langkah saya , saya sampai bisa mendengar degup jantung saya sendiri tapi kemudian.....
Dia melewati saya kemudian membuka pagar dan menyapa Opa.
Sekilas saya lihat muka Opa cerah, dia berdiri menyongsong lelaki itu.

Degup jantung masi terdengar di telinga saya, tapi yang saya takutkan tidak terjadi,,
Saya pun memperlambat langkah saya, terlihat Opa dan lelaki itu bersama-sama masuk ke dalam rumah
Asumsi saya lelaki itu adalah orang yang selama ini ditunggu oleh Opa.

Diamati lelaki itu tidak lebih tua dari saya, mungkin saja dia adalah Cucu si Opa. Beruntungnya Dia memiliki seorang Opa yang begitu perhatian, menanti cucu kesayangannya pulang ke rumah setiap malam.

Tanggal 13 Juni 2012 kemarin Kelurga saya baru saja kehilangan Opa atau panggilan kesayangannya Bulang Uda, Bulang Uda (re: Muda = Bungsu) adalah adik dari mendiang Nenek saya dari tali darah Ibu.
Bulang Uda merupakan sosok yang menyenangkan, begitu banyak hal yang kami bisa tertawakan. Kebanggaan dia sebagai seorang Ayah yang sukses membesarkan 4 orang anak lelaki, dan Kakek dari semua cucunya.
Dalam Adat Batak karo, Upacara pemakaman Bulang Uda tidaklah diisi dengan tangis duka melainkan suara tawa dan ceria, disebut dengan Upacara Cawir Metua (Upacara yang dilaksanakan apabila semua anak dari mendiang sudah menikah).


S. SITEPU
17 Agustus 1945 - 13 Juni 2012
God saw you getting tired and a cure was not to be. So he put his arms around you and whispered "Come to Me". With all tears and joy we accompany you to your eternity, you're not go, you only moving from this world to our heart and memory. And you always know we all love you. Rest in Peace Bulang Uda.

Kehadiran seseorang begitu berarti ketika dia pergi, Suara tawa dan teguran mungkin tak lagi dapat terdengar di telinga melainkan di dalam hati bergaung untuk selalu ingatkan kita dari mana kita berasal.
Ketika Dia pergi baru terasa begitu banyak hal yang belum kita berikan.

Sebagai Kakek, Ayah, Paman, Abang, dan Adik Bulang Uda telah menjalani kehidupan yang bermanfaat untuk kami. Apa yang menjadi milik Tuhan akan kembali kepada Tuhan.
Sekarang dan seterusnya Doa anak dan cucu adalah surat yang dijanjikan Tuhan untuk selalu tersampaikan. Peluk Cium Bulang Uda, sampaikan tawa dan senyum saat nanti bertemu dengan Bulang dan Nenek Karo Sarah disana, di Sisi Tuhan Yang Maha Esa.