Wednesday, January 30, 2013

5 menit

"Selamat ulang tahun yaa"
"yang keberapa?"
"oh, 25 tahun itu berarti tahun 1986 ya"
"1988, yaa.. Hmm.. bener juga, saya 1989, 24 tahun"

Percakapan yang terhenti, masing-masing kita bingung mau melanjutkan pembicaraan.
Kemudian kita terdiam sepanjang perjalanan itu,
Aku terdiam dan meratapi kebodohan, klo masalah angka selain duit aku memang suka bodoh.

Gimana dong Pria berbaju merah,,
aku ga tau objek pembicaraan apa yang akan kamu senangi, kamu hanya menjawab satu-satu dari tiap pertanyaan ku jika kita kebetulan bertemu.
tak pernah mendahului untuk ngajak ngobrol, hanya tersenyum hormat ketika kita bersua di lorong gedung itu. Hanya itu saja.

Ahh,, sejuta tips dan trik berkenalan yang ku baca tak juga menghilangkan kegugupan ku.
hingga akhirnya aku akan terdiam dan menikmati perjalanan 5 menit dengan sembunyi-sembunyi memandangmu, mengabadikan dirimu.

Aku suka mempermainkan pikiran ku sendiri, seolah-olah jatuh cinta pada mu.
menciptakan cerita tentang kamu dan aku, cerita yang ku karang saat malam menjelang untuk mengundang kantuk datang.

Kamu yang selalu berjalan di depanku terburu-buru.
Kamu yang tak pernah jadi nyata, Kamu yang tak pernah membuka suara pertama.
Untuk Kamu yang berulang tahun.

Tuesday, January 15, 2013

To be Now Here

Selangkah demi selangkah, dari 140 karakter ke 140 karakter selanjutnya
jatuh cinta yang bertahap, aku belum sampai di kata nyaman

Meski sebagian mereka berjalan tanpa arah, beda tujuan.

Aku belum sampai di kata nyaman
Bahagia ku lewati tapak demi tapak, yang tak menetap
cinta sesekali menyapa tersenyum kemudian lari menjauh
path photo
Aku belum sampai di kata nyaman,
meski demikian ada banyak hal yang kuikhlaskan untuk berjalan tanpa henti
Dunia yang sebentar sebentar tertawa
Dunia yang sebentar sebentar menangis

perjuangan untuk bersama waktu
bukan lagi berperang. bukan lagi marah
dunia realitas yang dijalani, memilih untuk tetap berjalan

Belajarlah untuk melepas, melepaskan semua.
karna pada akhirnya kita tak pernah memiliki seutuhnya.

Tuesday, January 8, 2013

No Need to Worry Dear

Satu per satu orang di halte ini pergi,
"Buswaynya lama"
Petugas itu dengan sabar mengatakannya kepada orang yang mau beli tiket.

Aku satu yang bertahan,
entahlah kenapa aku tak masalah menunggu datangnya bus.

Wajah-wajah penuh harap,
melihat ke kejauhan berharap sinar lampu di ujung adalah busnya.

Wajah-wajah yang kecewa,
ketika semakin dekat bukan itu yg mereka tunggu.

Wajah-wajah yang kelelahan, awal masuk ke halte senang
diterpa 1 jam menjadi kuyu

Wajah-wajah yang tak peduli, memperhatikan layar di tangan
sebagian besar pasti twitteran

Ada satu bus yang datang, penuh sesak, aku tak mau masuk,
meski aku harus menunggu 1 jam lagi, tak mengapa.
Aku mulai nyaman dengan penantianku.

Tak berapa lama bus lain datang,
kali ini tak terlalu sesak hingga aku bisa naik.


Aku berharap kemudian kecewa, diterpa waktu menambah kelelahanku.
Namun ketika ada yang datang aku tak ikut serta,
aku memilih untuk tinggal dan menanti selanjutnya.
Harapan meski kemudian ada yang di korbankan
Waktu yg ku korbankan demi pilihanku hingga aku bisa ikut pada keberangkatan selanjutnya

Menantimu pun begitu, bertahun berharap, di kecewakan bukan yang di ingini,
Lelah diterpa waktu lalu tak ada datang,
Memilih untuk tinggal ketika ada yg mengajak pergi
"Karna dia bukan kamu" ujar hatiku.
Aku masi berharap selanjutnya akan kamu, dan yakinlah ketika itu kamu

Aku akan ikut serta.

Monday, December 17, 2012

Titik

Kamu yang selama ini begitu dekat tapi tidak tersentuh
Saat terpejam kamu terlihat
Sajak dan puisi yang ku tuang dalam kertas tak bernyawa
bersama guratan diatasnya, tak dapat terhapus selamanya

Seberapa pantas kamu diatas kertas hingga ribuan tinta harus tertuang saat ini
aku yang tak berani memberi tanda titik, agar tiap kata terus mengalir, mengalir terus
aku yang tak berani memberi tanda titik, karena titik berarti berakhir, berakhir lah semua

Seberapa pantas aku yang menulis?
sehingga tiap kata akan bisa kamu baca dan terserap hingga kamu mengerti
aku yang tak bicara namun berteriak melalui tulisan
aku yang tak terlihat namun melambaikan tanda kepadamu

Seberapa keras ku tertawa
Seberapa lama ku menangis
Seberapa lama ku terdiam

Mereka yang tak mengerti, lalu lalang melongok ingin tau

Aku kehabisan tinta, bahkan titik tak mampu ku

SEND(ram)A

Kamu yang menghilang kemudian kembali,
sampai kepulan asap yang membumbung tinggi senyap terbawa angin lalu.

kata mereka yang mencoba
semacam sepi membuka pintu dari depan kemudian masuk diam-diam lalu duduk di meja makan.

Apa yang dia tunggu?
bisik-bisik terdengar dari kejauhan bagai teriakan teredam,
mendengung saja hingga matahari yang kelelahan terpaksa bangun.

Masi mencoba untuk mengurung asap yang merindukan untuk terbang.
Mengatai aku yang tertawa terlalu keras.
Memaki aku yang selalu berbicara tanpa berfikir
Mengejek aku saja yang kalian bisa, BODO AMAT!!
google images keyword 'waiting'

Jenuh lalu datang mengajak sepi berjalan,
Percuma jika sendirian duduk, Jenuh bawa aku.
Kamu yang menghilang kemudian kembali.

Sunday, December 16, 2012

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)


Petikan Surat Ar-Rahman diatas akan terus saya ingat hingga sampai akhir masa.
Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Megah dan Takjub, begitu banyak kata tak terucap karna Nikmat yang diberi Yg maha kuasa kali ini begitu bertubi kedatangannya.
Penutupan tahun 2012 yang menyenangkan dan ini semua di dapat dari keyakinan.
Keyakinan klo Tuhan sayang sama kita, Keyakinan akan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin
Keyakinan.

Kalian semua bisa, Kita semua bisa.

Maka bersyukurlah.. Bersyukur...



@cocacola_id bingkisan #beranimengubah
@CloseUp_ID Fresformance Scriptwriting


@closeup_id workshop with The Joko Anwar and @Juniiarios

@XL123 Tiket Sharukan





@asktheyoung dapat Pulsa 100rb

@XL123 kuis tiket Sharukan

Bukan Karena Kamu!


Kadang penantian itu bukan karna orangnya tapi lebih ke kita dan imajinasi! Its the way God said NO to our pray.
Kadang penantian itu bukan karna orangnya, tapi karna kita melewatkan banyak hal dan perlu pembenaran atasnya.
Kadang penantian bukan karna orangnya, tapi karna ketidak-pastian adalah doping utama hidupnya manusia.
Kadang penantian bukan karna orangnya tapi karna kita yg mencoba memenangi pertaruhan dgn Tuhan tentang segala kemungkinan.
Kadang penantian bukan karna orangnya, tapi karna banyak inspirasi dari penantian itu!
Kadang penantian bukan karna orangnya, tapi karna kita sudah terlalu jauh dan ragu untuk berubah haluan.
Kadang penantian bukan karna orangnya, tapi karna kita hanya ingin akhir yg bahagia seperti yang kita mau.
Kadang penantian bukan karna orangnya, tapi karna penantian itu sendiri.
Dan aku menanti.
google image
 Backsound : Rihanna - Diamonds