Wednesday, May 1, 2013

29 April 2013

Tuhan Sayang sama Siti (re: Nenek)

Selamat telah kembali pulang ya Siti.
Seorang Wanita, Istri, Ibu dan Nenek untuk semua kerabat, handai taulan, Suami, Anak dan Cucunya.
Lahir di Gunung Sugih, 2 September 1927 dengan nama Emma Pandji Indra.
Kemudian pada umur 27 tahun menikah dengan Muhammad Firdaus, dan akhirnya dikenal sampai akhir hayatnya dengan Hj Emma Firdausy PI dengan panggilan sayang Umi (ibu) oleh anak-anaknya dan Siti (nenek) oleh para cucunya.

Siti menjadi Ibu untuk 10 orang anaknya
Nenek untuk 36 cucu dan
Uyut untuk 3 Cicit (makin bertambah)

Sepanjang hidup Siti menyebarkan ilmu dengan menjadi guru TK dan TPA, mengajari mengaji dan baca tulis alquran, kadang kala menjahit beberapa setelan baju untuk suami, anak dan siswa-siswinya.
Sempat tinggal di jakarta kemudian hijrah ke Medan, lalu menetap di Lampung sampai akhir hayatnya.

Meninggal di usia 83 Tahun, perjalanan yang tidak mudah namun Siti selalu mengajarkan agar semua yang kami lakukan harus dengan taqwa dan berserah. Berdoa pada Allah SWT, menegakkan solat 5 waktu.

Siti, kini Siti sudah berada di sisi terbaik Allah SWT.
Hidup yang siti jalani telah menjadi panutan oleh banyak orang.
Hanya kepada Allah SWT semuanya berpulang.
Semoga Surga menjadi pembalas dari semua kebaikan Siti, aaamiiin.


Bismillah, Doa kami mengantar beliau
Bismillah, Pemakaman Siti

Foto beliau bersama saya dan Mama, Saat ini beliau masi bisa diajak ngobrol

Sweat Moment



Foto terakhir ketika beliau (Siti) masih sehat

Monday, April 8, 2013

Meneguk Ikhlas

Pelajaran hidup selalu datang tak terduga.
Kadang datang dengan tawa.
Kadang datang bersama luka.

Singlelogic kali ini belajar, pelajaran tentang keikhlasan.
Keikhlasan terhadap apa yg telah terjadi dan apa yang sedang terjadi.

Ada diantara kita sedang sangat bahagia. Mendapatkan keinginan yg telah sering diminta 

Just let go when you cant change

Diantara kita ada yg sedang tersesat,
Namun setidaknya kita berjalan. Bukan hanya diam tak bergerak
Tersesat adalah jalan yang kamu lalui untuk menemukan apa yang menjadi tujuanmu

Galau itu seuniversal Cinta
Cuman banyak diantara kita yg menyimpannya sendiri
Klo cinta disebar galau dipendam

Aku ingin menemuimu di nyataku
Aku tak paham emoticonmu, 
Aku tak peduli mention mu
Aku maunya kamu NYATA!

TERJAMAH!

TERESAPI!

Aku iri pada generasi yg tak kenal twitter, bbm/sms/telpon/line.
Generasi yg menyimpan rasa dalam doa. Mengirim cinta lewat Tuhan.
Bukan sekarang tak begitu, tapi pernahkah kamu berdoa berisi rindu?
Menitipkan cinta pada Tuhan, karna cinta hanya untuk Tuhan? Pernah?

Menjadi yang bukan dipilihmu tetap bikin sedih
Tapi memaksamu untuk memilihku bukan keahlianku
Belajarlah untuk ikhlas
Klo memang dia memang ingin bersamamu pasti dia akan berikan waktunya

Melepaskan artinya memberi kesempatan yang lain untuk mengisi kekosongan itu
Seperti air dalam gelas. Akan bisa terisi jika gelasnya kosong

Tak akan pecah gelas yg terisi penuh air, hanya meluap tumpah ruah.
Sama seperti beberapa diantara kita. Terlalu penuh hingga meluap muak

Maka belajar juga untuk mulai mengurangi air dalam gelas
Cara agar air yg mengalir tak meluap namun tetap mengisi, Minum seteguk seteguk

Seteguk kekurangan yang dia miliki
Seteguk kesal yang kamu rasakan
Seteguk penantian yang membosankan
Seteguk bahagia saat bersua
Seteguk rindu yang menyapa
Seteguk demi seteguk agar air terus mengalir namun tak meluap
Seteguk demi seteguk

Dari tegukan demi tegukan menjadi aku 
Aku yang sekarang merupakan campuran tangan diantara kalian

Diam-diam ada yang menyambung kata demi kata,
perekatnya imajinasi. Semakin banyak kata semakin dia tertawa
Kadang percaya kadang terpana
kadang pula menganga
Meski banyak mengira-ngira siapa maksud dari kata kata


Belajarlah untuk ikhlas
Kenapa harus belajar terus?
Karna ikhlas adalah ilmu paling susah untuk dimiliki
Dengan belajar kita mencoba

Aku yang Siap Terluka


Aku hanya terluka saat ini,
Ketika rasa ternyata membawa ku terlalu tinggi ke langitmu
Kemudian mendorongku turun dengan paksa

Aku yang terluka.
Ketika mereka tertawa dengan deritaku.
Kebohongan demi kebohongan.
Sesuatu yang seharusnya sudah ku ketahui,
bahwa tiada cinta sebaik cintaMu.

Tiada cinta yang pantas untuk ku resapi selain apa yang dapat kuterima
Dan cinta itu tiada.

Aku yang menjalani ini sendiri.
Terlalu banyak racun yang sudah ku rasai.
Sehingga akan dapat ku kenang di saat senggangku.

Akan kujalani. Aku yang berjanji untuk tak kabur lagi 
Aku yang berjanji untuk menikmatinya, entah bahagia atau luka.
Akan kujalani. Aku yang siap terluka
Akan kujalani. Aku.

Aku tidak akan memintamu (lagi), Aku pernah yakin kamu lah akhir dari perjalanan ini. 


Tuhan,
Terima kasih atas semua yang telah engkau berikan setiap hari.

"Ucap syukur si pendosa"

Saturday, February 23, 2013

GOA BUNIAYU - Kecantikan Yang Tersembunyi dari Sukabumi

Sebagai tempat wisata, Goa merupakan salah satu yang belum populer, Penjelajahan Goa selama ini hanya dinikmati oleh mereka yang profesional.

Sebagai pemula, saya tidak pernah berfikir untuk menyusuri goa, hanya bisa ngeces klo di national geo ada liputan mengenai Goa dan keindahannya,
namun Awal februari 2013 kesempatan pun datang ke saya, ditawari seorang teman untuk menyusuri Goa Buniayu.
Goa Buniayu ini terletak di daerah Sukabumi, Jawa Barat
klo menurut orang lokal, Buniayu berasal dari kata Buni dan ayu yang berari kecantikan yang tersembunyi. Memang sangat menggambarkan.
Kawasan Wanawisata Buniayu ini terletak di kawasan seluas + 10 hektar dikelola oleh Perum Perhutani setempat.

Paket susur Goa yang ditawarkan beragam, kebetulan yang saya dan kawan-kawan ambil ada dua yaitu yang pertama Penelusuran goa umum atau goa horizontal dengan jarak tempuh sekitar 500 meter.
yang kedua adalah penelusuran goa minat khusus atau goa horizontal yang memakan waktu perjalanan + 5 jam.

Monday, February 18, 2013

Best Thing We (never) Had

Selamat malam kamu.
Surat ini adalah surat yang hanya bisa kukirim kan tanpa nama.
Puluhan surat lainnya hanya jadi draft bahkan masuk ke tong sampah dan bisa saja sudah dibaca sama petugas yg memungutnya.
Aku kembali, kembali setelah kabur yang kesekian kali.
Seperti bumi, jika kita berjalan lurus maka tanpa sadar akan kembali ke tempat dimana semuanya berawal.

Sama seperti saat ini aku.
Kamu disana seperti saat ku pergi.
Kita berulang kali seperti itu.
Aku telah berulang kali dikerjain Tuhan.
Aku tau selama ku pergi kamu tak sendiri,
Aku tau bahkan ketika ku pergi kamu tak sekalipun memaksa untuk ku berhenti.

Aku yang kembali, namun kali ini ga akan kabur lagi. Capek juga yaa..
Aku yang kembali, namun kali ini ga akan kabur lagi
Karna ku tau jika ku pergi maka kamu ga akan disini lagi.

Aku tau kamu juga capek.
Entahlah, aku mungkin belum sampai di kata nyaman.
Menyenangkan untuk ngobrol berjam-jam dengan subjek konyol klo sama kamu.
Entahlah, aku mungkin belum sampai di kata nyaman.
Aku merasa perhatianmu seharusnya bukan untukku tapi serakahnya aku.

Yang ku tidak tau adalah kenapa kamu masih disini?
Yang aku tidak tau adalah kenapa aku kembali.
Kita tau masing-masing kita tak dapat termiliki.
Kita tau masing-masing kita sudah juga berulang kali mencari pengganti.

Ada kalimat yang kutemukan di timeline twitter ku malam itu,
Ada pasangan yg bolak-balik dipertemukan kembali oleh Semesta, yg saling jd kelemahan bagi masing2, tp hubungannya gak akan pernah berhasil.@ladyzwolf
Mungkin kah pasangan itu kita? Hubungan apa yang kita jalani?
Sudahlah.. Aku terlalu banyak berfikir..

Wednesday, January 30, 2013

ƪ(°͡▿▿▿°)͡ƪ

Psst, hanya kamu yang ga GR klo aku nulis tentang kamu.
Kamu yang pernah pergi, kemudian ku tarik kembali.
Aku tau kamu disana, Aku tau kamu.

Kamu memang terlalu jujur juga sama bodohnya
Ketika aku menutup mata maka kamu pergi
memaksa untuk aku mengatakan "jangan pergi"
kamu ingin dengar itu!

Aku merindukan tawa itu, membawa kita ke langit dan kemudian perlahan-lahan menurunkan hingga bumi
aaahhh... aku ga tau aku perlu apa.
aku ga ngerti, cuma mau kamu disini!

Aku ga bisa marah klo kamu menertawakan kesedihanku,
Harusnya aku marah, tapi anehnya aku ikut tertawa.
Kamu yang melihat dunia dengan sudut yang lain.
Kamu yang menertawakan dunia.
Kamu tertawa bersama dunia.
Duniaku.


Kamu harus ngerti tanpa aku ngomong,
Kamu harus paham tanpa aku menjelaskan,
kamu seharusnya tidak pergi ketika ku katakan pergi.

Aku yang tidak konsisten ini akan menarikmu,
memelukmu namun tak pernah bisa menjanjikanmu tawa jika bersamaku.
Aku yang pengecut ini tidak akan lagi melepasmu di dunia nyata juga mimpi.

dan kali ini Kamu harus tau.
Aku yang telah jatuh cinta untuk kesekian kalinya (padamu)

Aku Kamu (lagi)

Aku hanya belum berlari ke arah yang benar
Berjalan itu mudah, angkat satu kaki ke depan.
Menentukan arah itu susah.

Menanti, merupakan hal paling menyebalkan.

Mereka bilang aku tak mencari hubungan
Aku kesepian dan tak punya kawan
Aku ingin di peluk, aku dingin.

Kamu hanya memahami apa yang kamu mau pahami
Kamu disana berjalan
Aku disini mengkhayal.
Apa jadinya jika kamu menghampiriku?
Ketika kamu mendekat aku menjauh,
aku tak ingin menghadapi kenyataan yg biasanya berbeda dari harapku.
Bukan aku yang merangkai buatmu, hingga tiap kata ini bisa tersampaikan
Kesepian. Tuhan tak meninggalkanku sendiri
Kenyataan itu yang aku hadapi
Hanya mereka yang cukup keras kepala yang dapat mendekatiku
Tapi mereka tak cukup melihat ketika akhirnya ku buka hatiku. Tetap saja pergi

Bisa saja ada diantara kita, sehingga waktu akan menguji keyakinan
Bisa saja bersama kamu, hanya kamu belum cukup keras kepala untuk tetap mengetuk pintu

Aku menanti ditemani waktu, penyesalan diam-diam memperhatikan dari ujung sana.
Sedikit saja ku habiskan kesabaran maka dia akan berlari memasuki pikiranku

Setidaknya aku punya teman
Aku tidak akan memintamu (lagi)
Aku pernah yakin kamu lah akhir dari perjalanan ini

Mulai malam, petugas busway itu benar. Busnya lama.
Mulai malam dan aku sudah menunggu 1 jam,
Aku menunggu mu bertahun, busway ini belum apa-apa

Aku kembali menulis