just because we cant be together doesnt mean i dont love you - Blair GG
Aku tau suatu saat kamu pasti meminta ku untuk menuliskan surat untukmu.
Hanya saja permintaanmu tak akan pernah terealisasi, karena aku menulisnya tanpa kau pinta.
Lagi-lagi aku tertawa.. :D
setiap cerita yang terurai bisa kita jadikan alasan untuk tertawa,
menertawakan dunia, menertawakan kita.
Aku tau kamu pernah sedih,
Aku tau kamu lelah, mungkin juga penat.
hanya saja aku tak bisa menjadi seseorang yang akan kuatkan mu.
Kesombongan dan egois satu sisi karena akan terlalu banyak duka jika kita memikirkannya.
Kita bisa tertawa dalam duka, kamu bisa ceritakan luka kepadaku.
Namun kita tak mungkin menangis dalam suka, karena aku tetap kan tertawa meski aku terluka.
Eksistensi kita hanya dapat dilihat melalui layar, kamu disana dan aku disini.
kapan kamu bosan?
Suatu hari nanti kita akan bosan m, entah nantinya siapa yang memulai untuk menyudahi segala bentuk komunikasi yang bersuara melalui ketikan keypad. Tak ada ucapan selamat tinggal, tanpa ada tatapan mata, hanya ada "d" menjadi "r" atau hanya ":)"
Saat itu mungkin sudah terjadi, sudah tak ada pembahasan. terputus saja ketika tak ada lagi yang diperbincangkan. sampai disitu saja.
mungkin kamu benar, aku hanya kesepian.
berpindah dari satu ruang ke ruang lain. ketika bosan datang, aku bisa pergi begitu saja, mencari ke"baru"an di ruang lain.
mungkin kamu benar, menjalani hidup untuk terbiasa.
menghargai apa yang sudah kamu miliki, tanpa ingin mencoba kemungkinan lain, karena kamu tak ingin ada yang tertinggalkan, tersakiti atau penyesalan karena mencoba.
mungkin kamu benar, tapi aku tak bisa menikmati bosan seperti caramu menghargai bosan.
yah, mungkin saja kamu selalu benar m, aku terlalu lama berjalan sendiri dan menertawakan hidupku.
Sudah sore m, saat ini tak ada lagi kita dalam riuhnya ibukota.
aku pulang dulu.. (klik send)
:) (klik send)
(end chat)
A point of view from a freaklanian.. We still have time to choose what we want to be. Keep Dreaming Start Living.
Tuesday, February 21, 2012
Monday, January 30, 2012
Suatu Ketika di Masa Lalu
Hari ini aku disadarkan Tuhan,,
disadarkan ternyata kamu bukan pria yang diciptakan Tuhan untukku.
sakit, kita saling menyakiti saat bersama.
aku tak bisa lagi menutup mata dan kamu tak bisa lagi berpura-pura.
Aku sedih, sangat sedih..
hanya saja aku bukan Adele yang dapat membuat lagu untuk mengenangmu.
Aku tak akan mencari seseorang sepertimu karena aku akan mendapatkan orang yang lebih baik darimu.
disadarkan ternyata kamu bukan pria yang diciptakan Tuhan untukku.
sakit, kita saling menyakiti saat bersama.
aku tak bisa lagi menutup mata dan kamu tak bisa lagi berpura-pura.
Aku sedih, sangat sedih..
hanya saja aku bukan Adele yang dapat membuat lagu untuk mengenangmu.
Aku tak akan mencari seseorang sepertimu karena aku akan mendapatkan orang yang lebih baik darimu.
Sunday, January 29, 2012
Pria Berbaju Merah
Hosh..Hosh..Hosh..
Mau sampai kapan sih kita begini? Wahai kamu pria berbaju merah..
Berjalan saling susul menyusul untuk mencapai stasiun yang sama.
Setiap harinya seperti ini, susul-menyusul.
Hingga akhirnya kita terengah-engah saat kereta menghampiri stasiun ini.
Kita dipertemukan di stasiun yang sama tapi terpisah pada tujuan yang berbeda.
Kita hanya tertawa dalam hati, keringat mengucur deras.
Padahal tidak ada piala "Siapa Cepat Sampai" di stasiun ini....
Aku hanya tidak ingin kalah, dan begitu juga denganmu.
Kita berkompetisi untuk hal yang tidak ada, hanya memuaskan rasa tidak mau kalah saja.
Besok kita ketemu lagi yang Pria berbaju merah
Susul-menyusul lagi, lalu kemudian terpisah lagi..
Semoga besok kamu akan menanyakan namaku,
agar lusa kita tak perlu susul-menyusul tapi berjalan beriringan...
Mau sampai kapan sih kita begini? Wahai kamu pria berbaju merah..
Berjalan saling susul menyusul untuk mencapai stasiun yang sama.
Setiap harinya seperti ini, susul-menyusul.
Hingga akhirnya kita terengah-engah saat kereta menghampiri stasiun ini.
Kita dipertemukan di stasiun yang sama tapi terpisah pada tujuan yang berbeda.
Kita hanya tertawa dalam hati, keringat mengucur deras.
Padahal tidak ada piala "Siapa Cepat Sampai" di stasiun ini....
Aku hanya tidak ingin kalah, dan begitu juga denganmu.
Kita berkompetisi untuk hal yang tidak ada, hanya memuaskan rasa tidak mau kalah saja.
Besok kita ketemu lagi yang Pria berbaju merah
Susul-menyusul lagi, lalu kemudian terpisah lagi..
Semoga besok kamu akan menanyakan namaku,
agar lusa kita tak perlu susul-menyusul tapi berjalan beriringan...
Thursday, January 26, 2012
Terlambat (lagi)
Aku terlambat lagi menyapamu.
Kenapa ya setiap kali aku ingin bersua denganmu pasti kamu tak lagi ada disana?
begitu banyak rintangan yang harus ku lewati hanya untuk bertemu denganmu.
hari ini, hari ke 13 lagi-lagi aku terlambat.
Aku kah yang terlambat atau dirimu yang terlalu cepat pergi?
Waktu begitu tega, tak sempatkah kamu berfikir untuk menungguku.
tak ada sms/bbm bahkan twitter yang bisa ku kirimkan agar kamu mau sebentar saja menunggu.
menunggu kehadiranku...
Semoga kamu dapat sempatkan membaca ini.
agar besok kamu mau menyempatkan menungguku.
Pakde Bakso..
#30hariMenulisSuratCinta
Kenapa ya setiap kali aku ingin bersua denganmu pasti kamu tak lagi ada disana?
begitu banyak rintangan yang harus ku lewati hanya untuk bertemu denganmu.
hari ini, hari ke 13 lagi-lagi aku terlambat.
Aku kah yang terlambat atau dirimu yang terlalu cepat pergi?
Waktu begitu tega, tak sempatkah kamu berfikir untuk menungguku.
tak ada sms/bbm bahkan twitter yang bisa ku kirimkan agar kamu mau sebentar saja menunggu.
menunggu kehadiranku...
its so near yet so far
so near to reach yet so far to touch
anonymous
Semoga kamu dapat sempatkan membaca ini.
agar besok kamu mau menyempatkan menungguku.
Pakde Bakso..
#30hariMenulisSuratCinta
Wednesday, January 25, 2012
Dia dan Pagimu
Haloo.. Penikmat pagi.
Sudah kah kau basahi pagimu dengan tetesan keringat itu?
Pantulan bola itu saat ini seperti pantulan cahaya matahari yang berpendar dari sudut-sudut lenganmu.
Sedih sekali kali ini tetap bukan aku yang menghapus penatmu.
Bukan tak mungkin menjadi penyemangat harimu,
Namun ku sadari dia lebih menghapus kegelisahan hatimu.
Tak berani ku bermimpi untuk gantikan dia di dekatmu,
karena bagiku kamu begitu indah saat disampingnya.
Seandainya kamu sadari..
Sudah terlambat bagi kita untuk bersama.
Inginku memiliki kesempurnaanmu saat ini, bukan nanti tidak kemarin.
Kesempurnaan yang kamu milikibersama pagi dan mungkin bersama dia
Siang menjelang, aku harus beranjak dan bayangan pun menjauh.
Uluran tangan seseorang membantuku berdiri tapi bukan kamu.
Apa aku bisa menemukan mu besok pagi?
di waktu yang sama dan pantulan bola yang serupa??
Apa bisa???
#30harimenulissuratcinta day 12
Sudah kah kau basahi pagimu dengan tetesan keringat itu?
Pantulan bola itu saat ini seperti pantulan cahaya matahari yang berpendar dari sudut-sudut lenganmu.
Sedih sekali kali ini tetap bukan aku yang menghapus penatmu.
Bukan tak mungkin menjadi penyemangat harimu,
Namun ku sadari dia lebih menghapus kegelisahan hatimu.
Tak berani ku bermimpi untuk gantikan dia di dekatmu,
karena bagiku kamu begitu indah saat disampingnya.
A hundred years is nothing to us
its just like a grief memory soon to be forgotten
its something I can wait forever
and if I keep waiting just like this
there will come a day
when you'll notice me
wont you?
taken from The Bridge of Water God Chapter 82 page 7
Seandainya kamu sadari..
Sudah terlambat bagi kita untuk bersama.
Inginku memiliki kesempurnaanmu saat ini, bukan nanti tidak kemarin.
Kesempurnaan yang kamu miliki
Siang menjelang, aku harus beranjak dan bayangan pun menjauh.
Uluran tangan seseorang membantuku berdiri tapi bukan kamu.
Apa aku bisa menemukan mu besok pagi?
di waktu yang sama dan pantulan bola yang serupa??
Apa bisa???
#30harimenulissuratcinta day 12
Tuesday, January 24, 2012
Tanah Penuh Air
Saat ini kerinduan saya coba sampaikan melalui jalinan kata sederhana seorang perantau di tanah Kalimantan.
Sudah hampir 7 tahun berlalu sejak meninggal kan kota itu.... Banjarmasin..
Hai,, Apa kabar tanah berawa dan berlumpur? masi sering mati lampu? atau masi sering kebakaran?
hal yang aneh untuk daerah yang sebagian besar adalah air, di musim kemarau entah berapa rumah/pasar bisa terbakar.
Lucu sekali jika mengingat betapa saya selalu mengasosiasikan kata Pulau Kalimantan dengan hutan, sungai dan semua kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan perahu. Lalu saat menginjakan kaki di Kalimantan Selatan tepatnya kota Banjarmasin, ternyata ada ojek aja gitu.. hahahaha
transportasi di Kalimantan sama ternyata kyak di pulau Besar di Indonesia.. *salahkan imajinasi indiana jones saya :)
Banjarmasin, begitu banyak cerita dan memori tersimpan di benak saya.
Masa SMP saya dihabiskan di kota ini, pertemuan dengan cinta (?) pertama :), terjalinnya persahabatan yang kini terpisah jarak dan waktu.
setelah 7 tahun tak bersua, entah seperti apa kota Banjarmasin saat ini.
Saya hanya bisa melihat perkembangmu melalui layar kaca, atau berinteraksi dengan kawan melalui facebook.
saya merindukan kepolosan pendudukmu terutama ibu-ibu paruh baya yang berjualan di pasar, beberapa diantara mereka masi menggunakan sampan untuk membawa dagangan mereka.
Saya merindukan suasana berbuka puasa yang riuh ramai di Ramadhan Cake Fair (Pasar Wadai Ramadhan) berbagai makanan dijajakan sepanjang jalan. Bahasa daerahnya wadai atau kue/jajanan pasar. Bermacam makanan khas yang hanya dijual pada saat bulan Ramadhan.
Saya merindukan kesederhanaan pendudukmu dan keterikatan hidup mereka dengan sungai yang mengaliri setiap nadi Banjarmasin dan daerah sekitarnya.
Saya menantikan kesempatan lain untuk menginjak tanah Kalimantan terutama Banjarmasin, entah perubahan apa yang akan saya temui. Karena dunia ini akan terus berubah dan ketika tiba saatnya nanti,
Surprise Me Banjarmasin..
#30harimenulisSuratCinta - Hari ke 11
Sudah hampir 7 tahun berlalu sejak meninggal kan kota itu.... Banjarmasin..
Hai,, Apa kabar tanah berawa dan berlumpur? masi sering mati lampu? atau masi sering kebakaran?
hal yang aneh untuk daerah yang sebagian besar adalah air, di musim kemarau entah berapa rumah/pasar bisa terbakar.
Lucu sekali jika mengingat betapa saya selalu mengasosiasikan kata Pulau Kalimantan dengan hutan, sungai dan semua kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan perahu. Lalu saat menginjakan kaki di Kalimantan Selatan tepatnya kota Banjarmasin, ternyata ada ojek aja gitu.. hahahaha
transportasi di Kalimantan sama ternyata kyak di pulau Besar di Indonesia.. *salahkan imajinasi indiana jones saya :)
Banjarmasin, begitu banyak cerita dan memori tersimpan di benak saya.
Masa SMP saya dihabiskan di kota ini, pertemuan dengan cinta (?) pertama :), terjalinnya persahabatan yang kini terpisah jarak dan waktu.
setelah 7 tahun tak bersua, entah seperti apa kota Banjarmasin saat ini.
Saya hanya bisa melihat perkembangmu melalui layar kaca, atau berinteraksi dengan kawan melalui facebook.
saya merindukan kepolosan pendudukmu terutama ibu-ibu paruh baya yang berjualan di pasar, beberapa diantara mereka masi menggunakan sampan untuk membawa dagangan mereka.
Saya merindukan suasana berbuka puasa yang riuh ramai di Ramadhan Cake Fair (Pasar Wadai Ramadhan) berbagai makanan dijajakan sepanjang jalan. Bahasa daerahnya wadai atau kue/jajanan pasar. Bermacam makanan khas yang hanya dijual pada saat bulan Ramadhan.
Saya menantikan kesempatan lain untuk menginjak tanah Kalimantan terutama Banjarmasin, entah perubahan apa yang akan saya temui. Karena dunia ini akan terus berubah dan ketika tiba saatnya nanti,
Surprise Me Banjarmasin..
#30harimenulisSuratCinta - Hari ke 11
Thursday, January 19, 2012
bias(A)
si manusia yang katanya mencintai tanpa harus memiliki
seorang pria yang menjadikan dirinya sebagai sahabat meski ada rasa yang lebih besar tersimpan lebih dalam di ruang kosong yang katanya kuncinya hanya milikku, sahabatnya.
Setiap sore dia akan menyempatkan waktunya mendengarkan cerita ku,
Setiap sore dia akan menyempatkan waktunya mendengarkan cerita ku,
setiap sore dia akan mengirimkan emoticon :) agar macetnya jalan tak terasa bagiku.
setiap sore begitu egoisnya aku menyerap semangatnya yang katanya dia peruntukkan untukku.
tiba-tiba aku merindukanmu.
apa mungkin karena sore ini tidak ada yang kamu untuk macetku,
Kebiasaan ini mengegeregoti, ketika sudah terbiasa sore kujalani dengan bercerita denganmu dan tiba-tiba saja hilang.
Aku tak pernah memintamu menunggu, karena seperti yang kamu selalu katakan “jalani saja, aku hanya menemanimu sampai kamu menemukan orang yang nantinya akan menggantikanku”. Muluk ya, sangat mulia ucapanmu hanya terdengar muluk ketika itu dan aku tertawa.
Kita tak saling cinta, hanya saling menyemangati dikala duka dan terpisah di saat senang. Setelah menjadi biasa hadirmu di soreku membuatku mencari saat kamu tak ada. tapi bukan cinta, karena sudah menjadi biasa.
Biasa dan bisa menjadi bosan. apakah itu yang saat ini terjadi dengan kita. Ingin sekali tertawa kenapa bisa bosan? aku bosan, hanya karena sudah biasa dan kamu juga bosan?
yah, aku merindukanmu meski sekarang bosan, tapi hari ini aku merindukanmu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
